Rumput tetangga memang lebih hijau, hal itulah yang mendorong orang tega menyelingkuhi pasangannya sendiri. Tapi bila kita bisa menyikapinya, hal itu tak akan terjadi. Seperti kisah istri yang ingin selingkuh tapi dibuat menyesal setelah mendapat sesuatu dari suaminya. Ia kemudian memilih untuk memperbaiki hubungan dan meninggalkan niatnya untuk berselingkuh.

Dilansir dari Tribun Sumsel, suatu hari ia bertemu dengan seorang pria lain yang hampir menjadi selingkuhannya. Ia adalah pria berbakat dan juga humoris. Mungkin karena pernikahannya kurang sempurna sehingga pria itu bisa membawa hal baru baginya dan membuatnya merasa seperti sedang pacaran lagi. Beberapa tahun ia hidup dalam kebosanan, sekarang ia berubah menjadi wanita dewasa.

Sang suami juga melihat perubahan pada istrinya dan bertanya apakah ia betemu dengan pria lain yang dia suka. Sang istri hanya mengangguk mengiyakan. Sang suami senang, tapi ia mengingatkan agar istrinya mengontrol diri dan menjaga jarak. Sang istri heran dan bertanya bagaimana jara menjaga jarak dan bahkan ia bertanya apakah boleh suaminya menceraikannya karena ia ingin serius dengan cinta barunya. Tapi suami memberi jawaban yang begitu menusuk hati.

“Tak boleh! Kalau tidak, aku juga tak perlu basa basi dengan kamu. Banyak orang sama dengan kita, ini pernikahan. Akan sangat melelahkan bila keduanya selalu bahagia. Sekarang kamu bertemu pria lain, dia bisa memberikan perasaan bahagia dan kamu merasa dia baik, sedangkan aku tidak. Salah besar!

Kalau kau menikahinya, beberapa tahun lagi kondisinya akan sama seperti ini, bahkan mungkin lebih buruk. Karena kita bersama dari awal, memiliki anak, membeli rumah, mengisi rumah, kau dan aku membiayai anak serta keluarga ini bersama.

Sedangkan kau dan dia? Dari awal berasal dari dua keluarga yang berbeda, dia punya anak sendiri, kau punya anak sendiri, keduanya tentu ingin menang sendiri, tidak adil. Sewaktu bahagia, kau bisa melakukan hal-hal yang kau inginkan, tapi setelah bahagia itu pergi, kau hanya akan menjadi orang asing baginya, sampai akhirnya kau akan menyesal! Maka bila kau merasa lebih bahagiahidup bersamanya, pergilah.” Kata suami itu yang membuat sang istri sadar dan membatalkan niatnya.