Thursday, August 29, 2019

Saat Kamu Diberi Pinjaman Uang, Bukan Berarti Temanmu Banyak Uang. Jadi Jangan Lupa Menggantinya

Persahabatan yang sudah berjalan lama, kedekatan yang sudah terasa sangat erat terkadang membuat kita sangat mudah untuk merasa peduli pada teman ataupun sahabat yang selalu ada didekat kita. Tak jarang hal itu membuat kita tidak sungkan untuk berbagi banyak hal pada mereka yang kita sebut teman.

Sampai-sampai karena saking seringnya bersama, bermain bersama, dan kadang sama-sama mengalami masa-masa yang sulit membuat kita tidak sungkan untuk berbagi dalam hal materi walupun dia yang kita sebut sebagai teman itu adalah orang yang tidak ketahui dimana rumahnya. Perasaan persaudaraan ini akan semakin terasa jika orang yang kita sebut teman itu sama-sama merupakan anak rantau.


Namun apa yang kita dapatkan setelah kebaikan yang kita berikan, terkadang beberapa dari mereka membalasnya dengan kepahitan. Jika soal uang mereka bisa saja berubah dalam waktu seketika. Dari yang biasa-biasa saja menjadi sangat dekat dan itu hanya akan terjadi kalau lagi butuh uang.
Dan dari yang awalnya dekat mendadak menjauh hanya gara-gara kita menagih uang yang mereka pinjam. Hal itulah yang membuat kita kadang bertanya-taanya apa yang sedang mereka pikirkan? Apakah mereka teman atau penipu?

Meminjamkan Materi Pada Teman Yang Kesulitan Itu Bukan Karena Rejeki yang Berlebih

Bukankah kalian sudah tahu mengenai keuanganku, jika pun aku memberikan pinjaman uang kepadamu itu bukan berarti karena aku banyak memiliki uang tapi itu karena aku peduli padamu. Karena awalnya aku percaya kamu akan menggantinya bukankah seperti itu janjimu saat meminjam uang. Bahkan aku sampai rela berhemat agar bisa memberikanmu pinjaman karena kamu bilang sangat mendesak. Saat itu aku juga kekurangan karena aku mengerti dengan apa yang mendesakmu kupikir tidak masalah memberikanmu pinjaman meski diriku sebenarnya dalam keadaan kekurangan.

Uang yang Kamu Pinjam Jumlahnya Memang Tidak Banyak, Tapi Bukankah Seharusnya Kamu Segera Mengembalikan Uang Tersebut Disaat Aku Membutuhkan?

Jumalah uang yang kamu pinjam itu memang tidak seberapa, bagi sebagian orang kehilangan uang dengan jumlah tersebut mungkin tidak akan masaslah, tapi bagiku jumlah uang yang kamu pinjam itu sangat banyak, dan karena aku sangat membutuhkahnya nilainyapun menjadi semakin berkalilipat. Lagi pula keuanganku memang tidak banyak bukan, jadi sudah wajar kiranya jika jumlah yang kamu pinjam itu bernilai sangat besar bagi diriku.

Tanpa Ragu Aku Memberikanmu Pinjaman Uang Karna Kita Sama-sama Sebagai Perantau

tanpa berfikir panjang mengenai keadaanku sendiri aku langsung memberikanmu pinjaman materi, karena saat itu aku berfikir karena sesama teman jika nanti aku membutuhkan bantuanmu kamu akan membantuku juga. Saat itu aku mencoba membayangkan jika aku ada pada posisimu yang tidak memiliki jalan lain untuk menyelesaikan masalahmu itu.

Namun Apa yang Kamu Lakukan Saat Aku Mencoba Managihnya? Aku Malah Terlihat Seperti Pengemis

Saat aku mencoba meminta kembali uang yang kupinjamkan karena aku juga terdesak masalah keuangan, apa yang aku dapatkan hanyalah janji-janji yang tidak pernah ditepati. Kamu pura-pura lupa, saatku tagih langsung kamu bilangnya ada tapi sedang tidak dibawa lalu kamu kembali menjanjikan akan membayarnya esok hari. Janji-janji seperti terus saja kamu ucapkan sampai-sampai aku bosan menagihnya karena aku terlihat seperti orang yang mengemisnya.

Terkadang Kamu Terkesan Meremahkan Jumlah Uang yang Kupinjamkan Lalu Emosi Sendiri

Karena aku membutuhnya tentu saja aku terus-terusan managihnya padamu. Bahkan kamu sendiri sampai bosan dan menghindariku kan karena kamu malu. Lalu ditempat umum kamu akan berkata ‘akan aku bayar cuma uang segitu kok’. Kamu terkesan meremehkan, kalau memang jumlahnya tidak seberapa mengapa tidak membayarnya saja dengan sesegera mungkin. Jumlah yang kamu anggap tidak seberapa itu bagiku sangatlah penting.

Akhirnya Gara-gara Tak Mau Mengembalikan Pinjaman Kamu Menghindar Lalu Memutuskan Pertemanan

Ini sangat sering terjadi, aku rasa bukan hanya temanku saja yang akan melakukan hal ini, banyak teman-teman orang di dunia ini habis pinjam uang lalu gak mau bayar kemudian memutuskan pertemanan, disms, telpon, imel serta akun sosmednya semua kalau dikirimi pesan mau meminta uang yang dulu dipinjam pesannya hanya dibaca saja paling buruk adalah sama sekali tidak dibaca karena sudah tau isi pesannyaberisi pesan mau menagih hutan. Dan pada akhirnya aku tidak memiliki pilihan lain selain mengiklaskannya saja, walau sebenarnya tidak ikhlas.

Suami Baru Gendong Anak 5 Menit aja udah Ngeluh Capek, Pegang HP 5 Jam Betah Amat! Ada yang kayak gini?

Sebagai seorang Papah yang newbie, tentu urusan gendong menggendong ini menjadi suatu kewajiban yang harus ditunaikan.

Setiap pagi, sebelum berangkat menjalani profesi sebagai pekerja kantoran (ehem… mbelthut 😀 ), saya selalu menyempatkan untuk menggendong si kecil Zaza.


Pulangnya setelah bersih-bersih dan badan jadi wangi, saya juga menyempatkan untuk menggendong Zaza.

Ternyata sampai saat ini para ilmuwan belum bisa menjelaskan secara ilmiah dengan bukti yang kuat mengapa bayi itu sangat suka digendong. Yah, jawaban sementara adalah karena ketika digendong, bayi merasa nyaman dalam dekapan.

Kalau kata Dokter Spesialis Anak, Caessar Pronocitro, “Pada dasarnya, bayi baru lahir sangat sensitif terhadap stimulus dari lingkungan di sekitarnya. Misalnya perubahan suhu udara, cahaya. Sehingga bila mendapat stimulus dari itu, dia akan bereaksi.”

Nah, bagi para Papa Newbie yang kadang masih ragu buat menggendong bayinya -ya, jangan salah, ada beberapa orang yang takut menggendong bayi, dengan berbagai alasan- setelah saya bertanya pada guru Google ini jawabanya;

Pertama, ambil bayi yang sedang berbaring dan tempatkan salah satu tangan Anda di bawah leher dan kepalanya. Sementara itu, satu tangan lainnya berada di bagian bokongnya.

Angkat bayi dan sesuaikan posisi bayi hingga ia merasa nyaman. Kepala dan leher seharusnya berada di lengan bagian dalam saat digendong. Lakukan gerakan menganyun perlahan. Ini merupakan posisi yang paling tepat untuk saling menatap dengan bayi.

Tapi yang lebih penting dari sekadar teknik menggendong, adalah seberapa lama Anda, wahai, Papah Newbie, tahan menggendong anak?

Hayo, ngaku aja deh.

Menurut hasil analisa dan survey, saya menyaksikan bahwa seorang papah akan betah menggendong anaknya tak lebih dari 5-15 menit. Setelah itu bakalan ngeluh pegel. Capek.

Termasuk saya.

Yah, begitulah para papah newbie. Mereka tak sekuat yang dikira. Lengan gagah mereka yang terbiasa mengangkat barbel, tak sanggup menahan bobot anak yang tak sampai lima kilo.

“Ya, elah. Baru lima menit aja udah capek. Perasaan dari tadi pegang hape mulu gak capek-capek,” adalah kalimat yang seringkali diucapkan istri. Mendengarnya saya cuma cengar cengir saja.

Ada yang mengatakan begini; seorang ibu tahan menggendong anaknya lebih lama dari para pria. Karena ibu menggendong dengan hatinya, sedangnya para papah menggendong dengan ototnya.