Tuesday, October 15, 2019

Sengaja Menunda Bayar Hutang padahal Mampu Bagaimana Hukumnya?

Banyak Orang Sengaja Menunda Bayar hutang Padahal Mampu, Yang seperti ini Termasuk orang yang zalim baca penjelasannya berikut

Salah satu tolok ukur kualitas hubungan sosial yang baik adalah bagaimana cara seseorang membayar utangnya kepada orang lain.


Dalam salah satu hadits dijelaskan:

فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً

“Sesungguhnya sebagian dari orang yang paling baik adalah orang yang paling baik dalam membayar (utang),” (HR. Bukhari).

Karena itu syariat memberikan ketentuan bahwa tatkala seseorang memiliki uang yang cukup untuk membayar tanggungan utang yang ia miliki, maka ia harus segera membayar utangnya kepada orang yang memberinya utang.

Menunda bayar utang merupakan bentuk tindakan menzalimi orang lain. Dalam hal ini, Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Menunda-nunda membayar utang bagi orang yang mampu (membayar) adalah kezaliman,” (HR Bukhari).

Menurut para ulama ahli hadits, makna riwayat di atas mengarah pada ketentuan haramnya menunda utang tatkala seseorang sudah cukup secara finansial dan mampu untuk membayar.

Berbeda ketika seseorang dalam keadaan tidak memiliki uang yang cukup, maka ia tidak tergolong dalam cakupan hadits di atas. Dalam hal ini, Syekh Badruddin al-‘Aini menjelaskan:

لأن المعنى أنه يحرم على الغني القادر أن يمطل بالدين بعد استحقاقه بخلاف العاجز

“Makna hadits di atas bahwa haram bagi orang yang cukup secara finansial melakukan penundaan membayar utang setelah tetapnya utang tersebut, berbeda halnya dengan orang yang belum mampu (membayar),” (Syekh Badruddin al-‘Aini, ‘Umdah al-Qari Syarah Shahih al-Bukhori, juz 18, hal. 325)

Hukum yang sama juga berlaku bagi orang yang sudah memiliki uang yang cukup untuk membayar utangnya, tapi memiliki kendala (udzur) untuk menyerahkan uang tersebut, seperti karena uangnya tidak berada di tempat, atau halangan lain yang tak memungkinkan ia membayar segera.


Dalam kodisi demikian, ia tidak berdosa tapi tetap berkewajiban membayar utangnya tatkala sudah mampu untuk menyerahkan uangnya.

Seperti yang dijelaskan dalam kitab Syarah an-Nawawi ala Muslim:

فمطل الغنى ظلم وحرام ومطل غير الغنى ليس بظلم ولا حرام لمفهوم الحديث ولأنه معذور ولو كان غنيا ولكنه ليس متمكنا من الأداء لغيبة المال أو لغير ذلك جاز له التأخير إلى الامكان

“Menunda membayar utang bagi orang yang mampu adalah perbuatan zalim dan merupakan tindakan yang diharamkan. Sedangkan menundanya orang yang tidak mampu tidaklah dianggap zalim dan bukan perbuatan haram, berdasarkan mafhum dari hadits. Sebab ia dalam keadaan uzur (untuk membayar). Jika seseorang dalam keadaan tercukupi (untuk membayar utang), tapi ia tidak mampu untuk membayarnya karena hartanya tidak berada di tempat atau karena faktor yang lain, maka boleh baginya untuk mengakhirkan membayar utang sampai ia mampu membayarnya,” (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarah an-Nawawi ala Muslim, juz 10, hal. 227).

Ketentuan di atas juga berlaku dalam permasalahan ketika seseorang telah memiliki uang yang cukup untuk membayar utang dan mampu untuk menyerahkan uangnya pada orang yang memberinya utang, tapi masa waktu utangnya belum jatuh tempo.

Maka dalam keadaan demikian, ia diperkenankan untuk mengakhirkan pembayaran utangnya sampai batas waktu pembayaran yang telah disepakati.

Sebab dalam hal ini orang yang memberi utang telah rela jika pembayarannya tidak langsung dibayar tatkala ia mampu, selama tidak melewati batas pembayaran yang telah ditentukan.

Namun jika ternyata pada saat waktu jatuh tempo pembayaran ternyata ia tidak dapat membayar utangnya, karena adanya suatu hal, padahal sebelumnya ia berada dalam keadaan yang mampu, maka dalam hal ini ia dianggap teledor dan termasuk bagian dari orang zalim seperti yang dijelaskan dalam hadits di atas.

Apakah orang yang menunda utang itu masuk kategori orang fasik? Menurut mazhab Maliki, iya, meskipun hanya dilakukan satu kali. Sebab, dalam pandangan mazhab ini, menunda utang termasuk dosa besar.

Menurut mazhab Syafi’i, label fasik itu berlaku ketika perbuatan haram itu dilakukan berulang-ulang. Hal ini seperti dijelaskan dalam lanjutan referensi di atas:

وقد اختلف أصحاب مالك وغيرهم في أن المماطل هل يفسق وترد شهادته بمطلة مرة واحدة أم لا ترد شهادته حتى يتكرر ذلك منه ويصير عادة ومقتضى مذهبنا اشتراط التكرار

“Ulama mazhab Maliki berbeda pendapat mengenai orang yang menunda membayar utang apakah ia dihukumi fasik dan tertolak kesaksiannya (di majelis hakim) dengan melakukan satu kali penundaan membayar utang, atau kesaksiannya tidak tertolak kecuali ia sampai mengulangi perbuatan tersebut secara berulang-ulang dan menjadi kebiasaannya? Berdasarkan analisis dalam mazhab kita (mazhab Syafi’i) disyaratkan berulang-ulangnya penundaan membayar utang (dalam melabeli fasik pada orang yang menunda membayar utang),” (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarah an-Nawawi ala Muslim, juz 10, hal. 227).

Walhasil, menunda membayar utang tatkala mampu adalah perbuatan yang diharamkan, sebab merupakan bentuk menzalimi hak yang mestinya segera diterima oleh orang yang memberi utang, kecuali ia masih belum mampu untuk membayar atau memang terdapat kesepakatan agar utang diserahkan pada waktu tertentu.

Harus diingat bahwa utang-piutang termasuk haqqul adami (urusan hak sesama manusia). Artinya, dosa yang tertoreh tak serta merta terhapus hanya dengan beristighfar kepada Allah–tanpa lebih dulu menyelesaikan apa yang menjadi hak orang lain.

Dalam utang tersimpan tanggung jawab, dan salah satu bentuk tanggung jawab itu adalah membayarnya segera tatkala sudah mampu membayarnya.

Wallahu a’lam.

Mungkin Inilah Alasannya Mengapa Seorang wanita bisa dan Tega untuk Menjadi "Pelakor"

Istilah pelakor atau ‘perebut laki orang’ kini semakin marak terdengar, meskipun sebenarnya sifat-sifat wanita yang gemar menggoda sudah lama terjadi terutama dalam urusan rumah tangga.

Tak jarang sebuah rumah tangga harus retak hanya karena hadirnya sosok orang ketiga yang dengan tega menggoda para suami yang sudah memiliki istri dan anak.

Lalu kira-kira, apa yang yang membuat seorang wanita bisa jadi pelakor? Berikut beberapa faktor yang ada di baliknya:


Membutuhkan Biaya Hidup

Tak jarang seorang wanita memiliki biaya hidup yang tinggi yang tak bisa ia topang sendiri. Bila harus bersama lelaki yang baru meniti karir atau kurang mapan, mereka merasa kebutuhan hidupnya yang tinggi tidak akan terpenuhi.

Faktor inilah yang tak jarang membuat seorang wanita memilih seorang pria mapan yang seringkali sudah memiliki istri untuk menjamin kehidupannya.

Dendam

Kemungkinan, pelakor juga pernah merasa dikecewakan dan sakit hati. Maka ia menjadi pendendam dan ingin melampiaskan kemarahannya serta ingin menyakiti orang lain. Balas dendam ini dilakukan semata-mata hanya untuk kepuasan batinnya.

Merasa Dirinya Menarik

Secara psikologis, ada sebuah istilah yang disebut dengan narsistic personality disorder atau kepribadian narsistik.

Pada kondisi ini, seseorang merasa bahwa dirinya begitu menarik sehingga mampu mendapatkan apapun yang mereka inginkan, termasuk menggoda pria yang sudah menjadi suami orang lain. Saat berhasil menggoda bahkan mendapatkannya, maka akan timbul kebanggaan tersendiri.

Menyukai Tantangan

Banyak orang yang senang hidup dalam drama dan tantangan, tak jarang pula mereka sendiri yang membuat tantangan tersebut.

Salah satunya adalah dengan mencoba menjalin hubungan dia pria yang sudah berkeluarga. Banyaknya dari mereka tidak benar-benar mencintai pria tersebut, hanya sekadar untuk menguji adrenalin karena tantangan yang tinggi.

Jenuh

Salah satu alasan wanita bersedia menjadi selingkuhan pria beristri adalah karena mereka merasa jenuh dengan pasangan mereka sendiri.

Belum lagi bila pasangan tersebut masih sebaya dan masih jauh dari kata mapan. Bukan tak mungkin mereka merasa menjalin hubungan dengan suami orang adalah pilihan yang tepat.

Hubungan Bermasalah

Konflik dalam suatu hubungan banyaknya membuat sebuah hubungan menjadi mudah rapuh, terlebih bila sudah terlalu banyak ketidak cocokan.

Banyaknya wanita tak ingin merasa kehilangan namun juga ingin mencari jalan yang menyenangkan, salah satunya dengan berselingkuh.

Intensitas Bertemu

‘Cinta datang karena biasa’ adalah pepatah yang cukup tepat untuk menggambarkan sebuah hubungan cinta lokasi antara dua orang yang sering bertemu.

Bukan tak mungkin bila intensitas bertemu tinggi, seorang pria akan tergoda dengan kehadiran wanita yang selalu ada disampingnya.

Terlebih bila mereka memiliki kecocokan, dalam urusan pekerjaan misalnya. Semakin sering intensitas pertemuan itu terjadi, tidak menutup kemungkinan bahwa wanita bersedia menjalin cinta dengan suami orang.

Moms tetap harus ingat bahwa perselingkuhan tidak semata-mata menjadi sepenuhnya salah si pelakor. Pria pun juga ikut bersalah, karena ia secara sadar memutuskan untuk menjalin hubungan terlarang tersebut. Bagaimana menurut Moms?

Inilah yang harus dilakukan para Istri Jika suami "Tertangkap Basah" Selingkuh dengan Pelakor

Siapa sih istri yang mau diselingkuhi, sepertinya tak ada yang mau. Sebisa mungkin istri akan menjaga suaminya agar tetap setiap dengan menjadi istri yang baik.

Tapi bagaimana jika ternyata suami justru ketahuan menduakanmu? Sakit? Jelas, tapi jangan sampai hilang akal sehat ladies. Ini yang sebaiknya kamu lakukan jika suami ketahuan selingkuh.


Jangan menggila

Marah boleh, kecewa dan menangis tentu akan kamu rasakan, tapi jangan sampai kamu menjadi orang gila. Terapis dan ahli pernikahan Laurie Watson mengatakan, sebaiknya kamu tenang, jangan terlalu emosional dan kumpulkan segala akal sehatmu.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, jangan sampai anak tahu tentang hal ini dulu. Perselingkuhan bukan berarti berujung ke perceraian, ketahui sebab dan penjelasan mengapa suami melakukannya.

Redam emosi dan putuskan akan dibawa ke mana pernikahan ini

Kamu punya dua pilihan, untuk bercerai atau mempertahankan pernikahan. Terapis Dr. Jane Greer mengatakan, beberapa orang akan mempertahankan pernikahannya, tapi pastikan bahwa suami minta maaf dan menyadari kesalahannya, mau bertanggung jawab atas perbuatannya dan berubah lebih baik.

Jangan memohon suami untuk kembali seperti dulu

Terapis seks dan pernikahan Laurie Watson mengatakan, hal penting lainnya adalah jangan memohon. Jangan pernah memohon padanya untuk mempertahankan pernikahan. Sebaliknya, tekankan padanya bahwa kamu masih mau mempertahankan pernikahan, entah itu demi anak atau karena cinta pada suamimu sendiri. Katakan, 'Aku mau kamu, aku mau pernikahan ini berlanjut."

Temui terapi atau ahli pernikahan

Tak semua orang menjalani pernikahan yang mulus, dan tak ada salahnya menerima saran dari ahli. Ketika perselingkuhan terjadi, ada satu hal yang harus diperbaiki, yaitu kepercayaan terhadap pasangan karena luka pengkhianatan. Pada akhirnya, kalian berdua harus melihat situasi dan bekerja sama membangun pernikahan kembali, dengan komitmen dan tanggung jawab.

Tak mudah memang menghapuskan rasa sakit karena pengkhianatan yang suami lakukan. Apalagi kamu tak ingin pernikahan ini berakhir dengan perceraian. Tapi jika kalian berdua sama-sama masih ingin rumah tangga ini berlanjut, ia benar-benar harus berubah.

Duhai Para Orang tua, Setiap Anak Mempunyai Keunikan Tersendiri, Maka Jangan Bandingkan Anakmu Dengan Anak Orang Lain

Anugerah terindah bagi pasangan yang sudah menikah adalah dengan dikarunianya seorang anak, maka untukmu yang saat ini sudah menyandang ayah atu ibu semoga kamu bisa selalu amanah menjaga dan merawatnya.

Ingat, seperti apapun anakmu dia adalah amanah terindah dari Allah yang sampai kapanpun harus kamu jaga dengan penuh rasa tanggung jawab yang memadai.

Dan pahamilah satu hal, bahwasannya setiap anak itu mempunyai keunikan tersendiri, maka jangan pernah kamu bandingkan anakmu dengan anak orang lain, jika akhirnya yang kamu tahu hanya mengeluh kepada sang maha pencipta.


Sungguh Semakin Tumbuh Syukurmu Maka Pasti Akan Semakin Sedikit Mengeluhmu

Tumbuhkan rasa syukurmu sebanyak-banyaknya, karena sungguh semakin tumbuh rasa syukurmu kepada Allah maka pasti akan semakin sedikit mengeluhmu.

Bahkan sesulit dan serumit apapun kamu dalam menjaganya, tidak akan pernah kamu mengeluh jika setiap saatnya hatimu selalu indah dengan rasa syukur.

Ketika Dia Berbuat Salah, Maka Benarkan Dia Dengan Penuh Rasa Kasih Sayang dan Tanggung Jawab

Lalu ketika seorang anak mulai beranjak dewasa, tentu tanggung jawabmu pun harus semakin ditigkatkan lagi, terlebah kesabaran dan keikhlasan dalam mengarahkannya pada jalan yang baik dan benar.

Dan ketika dia berbuat salah, maka benarkan dia dengan penuh rasa kasih sayang dan tanggung jawab yang bernar. Artinya, jangan tegur dia dengan emosi, tapi tegurlah dia dengan ungkapan kasih sayang, karena pastinya berbicara dengan hati akan lebih mengenak ke hati.

Jangan Biarkan Emosimu Menyakitinya, Sebab Bagaimanapun Keadaannya Tetap Saja Dia Amanah Bagimu

Jangan biarkan emosimu menyakitinya, membuatnya merasa tertekan, dan merasa terpojokkan. Tetapi rangkullah dia dengan penuh kasih sayang, sembari katakan mana saja yang harus dia perbaiki kedepannya.

Sebab bagaimanapun keadaannya, seperti apapun kealahannya, tetap saja dia adalah amanah terindah dari Allah bagimu.

Untuk itu, bila dia melakukan kesalahan maka pastikan kamu tetap sabar menegur dan mengarahkannya kepada arah yang lebih baik.

Didiklah Dia Menjadi Anak yang Mampu Menghormati dan Menyayangimu, Bukan yang Hanya Takut Kepadamu

Didiklah dia menjadi anak yang mampu menghormati dan menyanyangimu, jangan sampai patuhnya dia kepadamu hanya karena takut sebab kamu sosok ayah atau ibu yang keras.

Karena jika anakmu patuh sebab dia menghormati dan menyayangimu, maka insyaallah sampai kapanpun dia tidak akan pernah membuatmu sakit hati dan berbuat yang tidak pantas.

Sungguh Menjadi Baik dan Patuhnya Seorang Anak Itu Tergantung Dari Seberapa Sabar dan Benar Kasih Sayangmu

Ketahuilah wahai ayah dan ibu, sungguh menjadi baik dan patuhnya seorang anak itu tergantung dari seberapa sabar kamu mengarahkannya pada yang baik dan benar.

Karena hakekatnya anak itu butuh dibimbing, diarahkan, dan diberi pengertian dengan tanpa jenuh. Lantas saat kamu mendapati anakmu melakukan kesalahan, jangan serta merta memarahi dan memukulinya, tapi tanyakanlah kenapa dia melakukan kesalahan lalu berilah dia pemahaman sebaik mungkin.

Hei suami Jangan Bandingkan Istrimu dengan Gadis Cantik yang Membuat Matamu Jelalatan

Untuk mencapai kehidupan yang harmonis dalam menjalani rumah tangga, baik suami maupun istri harus bisa saling mengerti. Tidak sedikit rumah tangga yang kandas di tengah jalan di karenakan kurangnya pengertian antara satu sama lain. Kita bisa belajar dari kisah yang dipetik dari mutiara kisah di bawah ini.
Suami : Bu saya mau tanya, sesibuk itukah jadi ibu rumah tangga?
Ibu : Kenapa nak? Kamu ada masalah dangan istrimu?


Suami : Ya saya bingung aja bu, rumah gak pernah beres, tiap malam mengeluh capek sedangkan saya yang kerja tiap hari aja biasa aja, yang aneh lagi bu kenapa istri saya tidak pernah berdandan. Padahal itu kan wajib, istri harus terlihat cantik di depan suami. Saya liat ibu kok biasa aja gak pernah sesibuk istri saya.

Ibu : Nak, dengar ibu baik-baik. Pekerjaan ibu rumah tangga memang tidak banyak hanya berkutat pada membersihkan rumah, memasak dan menggurus anak. Tapi ketahuilah, pekerjaan itu sungguh menguras tenaga dan pikiran. Coba liat mana pernah istrimu mengerjakan suatu pekerjaan sampai selesai? Yang istrimu lakukan pasti mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, Karena apabila tidak seperti itu, maka tidak akan selesai-selesai.

Suami : Tetapi bu, kenapa rumah jarang sekali rapi?

Ibu : Karena istrimu lebih memprioritaskan anakmu dari pada segalanya. Sedangkan pekerjaan mengurus anak memang sangat menyenangkan tetapi membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ekstra agar anakmu tidak jatuh, tidak nangis dan mendapatkan perhatian yang cukup dari ibunya jadi pantas lah kalau tiap hari istrimu mengeluh capek. Tetapi sesungguhnya hanya di bibir saja dia mengeluh capek karena sebetulnya dia hanya memancingmu untuk meminta sedikit perhatianmu di waktu senggangnya ketika buah hati kalian telah tertidur pulas.

Suami : Tetapi bu, tidak sempatkah dia merawat dirinya sebentar saja?
Ibu : Anakku, sejatinya seorang wanita itu sangat suka dimanja. Tidak ada wanita manapun yang menolak untuk facial, luluran, apalagi SPA. Tapi kembali lagi, ketika istrimu baru saja membuka perlengkapan tempurnya yaitu kosmetik, tiba-tiba terdengar anakmu menangis dan akhirnya tidak jadi lah dia merawat diri. Jangankan luluran, bagi seorang ibu rumah tangga yang punya anak kecil guyuran air mandi saja sudah menjadi obat bagi capek yang dia rasakan.

Jadi jangan sekali-kali kau bandingkan istrimu dengan teman kerjamu atau wanita lain yang terlihat begitu cantik dengan polesannya. Dia sudah berkorban merelakan waktu yang paling dia senangi untuk mengurus anakmu dan kamu sebagai suaminya. Kamu melihat ibu biasa saja karena memang anak ibu sudah besar-besar. Begitu juga dengan istrimu nanti ketika anak kalian sudah besar, istrimu akan lebih memperhatikan dirinya dan merawat diri lagi.

Sayangi istrimu, luangkan sedikit waktu untuk mengusir kelelahannya dan kepenatannya yaitu dengan memanjakannya. Wajar istrimu mengeluh karena ingin mendapatkan perhatian, pengertian dan kasih sayangmu.

Lalu sang suami pun paham atas maksud yang di sampaikan ibunya.

Jadi jangan bandingkan istrimu dengan wanita cantik dan selalu sibuk merawat dirinya.

Jadi jangan sekali-kali kau bandingkan istrimu dengan teman kerjamu atau wanita lain yang terlihat begitu cantik dengan polesannya. Dia sudah berkorban merelakan waktu yang paling dia senangi untuk mengurus anakmu dan kamu sebagai suaminya. Kamu melihat ibu biasa saja karena memang anak ibu sudah besar-besar. Begitu juga dengan istrimu nanti ketika anak kalian sudah besar, istrimu akan lebih memperhatikan dirinya dan merawat diri lagi.

Sayangi istrimu, luangkan sedikit waktu untuk mengusir kelelahannya dan kepenatannya yaitu dengan memanjakannya. Wajar istrimu mengeluh karena ingin mendapatkan perhatian, pengertian dan kasih sayangmu.

Lalu sang suami pun paham atas maksud yang di sampaikan ibunya.

Jadi jangan bandingkan istrimu dengan wanita cantik dan selalu sibuk merawat dirinya.

Orang Jahat Bukan Terlahir Dari Orang Baik yang Selalu Disakiti, Tapi Dari Orang yang Tak Mampu Melawan Bisikan Setan di Dalam Hatinya

Lagi semarak film yang menyemboyankan “orang jahat terlahir dari orang baik yang selalu tersakiti”. Padahal, yang benar adalah orang jahat bukan terlahir dari orang baik yang selalu disakiti, tapi dari orang yang tidak kuat oleh bisikan setan.

Karena sesering dan seburuk apapun orang lain memperlakukanmu, jika hati dan pikiranmu selalu positif, maka tentu tidak akan ada terbesit untuk menjadi jahat dengan membalas keburukan yang telah kamu terima.


Seburuk Apapun Perlakuan Buruk Orang Lain, Jika Kamu Terus Bersabar, Maka Sampai Kapanpun Kamu Tidak Akan Pernah Berubah Jahat

Iya, seburuk apapun perlakuan buruk orang lain, seburuk apapun perkataan orang lain, jika kamu terus bersabar, maka sampai kapanpun kamu tidak akan pernah berubah jahat.

Karena jahat atau tidaknya kamu, itu tergantung dari seberapa bijak kamu menenangkan hati saat ada yang memperlakukanmu buruk.

Kendalikan Hatimu, Kendalikan Amarahmu, Sungguh Bila Kamu Biarkan Amarahmu Meronta Maka Disitulah Jalan Menjadi Jahat

Jadi pandai-pandailah menolak ajakan setan, kendalikan hatimu, kendalikan amarahmu, sungguh bila kamu biarkan hatimu meradang dengan amarah, kamu biarkan hatimu meronta ingin membalas maka disitulah jalan menjadi jahat.


Jangan Mau Dibisikan Setan Untuk Membalas Keburukan Dengan Keburukan yang Sama, Karena Itu Hanya Akan Membuatmu Hina

Sebab itulah mengapa jangan mau dibisikin setan untuk membalas keburukan dengan keburukan yang sama, jangan mau diperintah untuk membalas kekejian dengan kekejian yang sama, karena itu hanya akan membuatmu hina.

Bersabarlah, Karena Tidak Akan Pernah Merugi Kesabaranmu, Allah Pasti Akan Membalas Kesabaranmu Sempurna

Tetaplah bersabar, karena sungguh tidak akan pernah merugi kesabaranmu, tidak akan pernah merugi mengalahmu menahan emosi, karena Allah pasti akan membalas kesabaranmu dengagn begitu sempurna nanti.

Kamu Jangan Bosan Menjadi Baik, Walau Orang Sering Memperlakukanmu Buruk, Tetap Jadilah Peribadi yang Baik

Intinya adalah kamu jangan bosan menjadi baik, walau orang sering memperlakukanmu buruk, walau orang sering memperlakukanmu sangat tidak adil, tetap jadilah peribadi yang baik, jangan kalah dengan godaan setan.

Sunday, October 13, 2019

Jangan Sembarang Curhat kepada Lawan Jenis Karena bisa menimbulkan benih benih Perselingkuhan

Tentunya, curhat terbaik bagi orang yg sudah menikah adalah dalam pasangannya. Bukan malah pada pasangan orang lain.

Ujung-ujungnya, yg terjadi malah perselingkuhan! Naudzubillah... Sudah terdapat buktinya loh. Curhat alias mencurahkan isi hati pada orang lain. Suatu hal yg lumrah dilakukan seseorang terlebih jika sedang terdapat perkara.


Hanya saja, berawal berdasarkan curhat dengan lawan jenis, kadang kala 'benih-benih' perselingkuhan secara nggak disadari pun tumbuh.

Hal tadi pula pernah dialami sang bunda tiga anak, sebut saja namanya Fanni.

Selama ini, suami Fanni memang kerap dinas ke luar kota. Waktunya pun nggak sebentar, kadang baru pergi ke rumah 3 bulan sekali.

Saat itu, kebetulan Fanni dikenalkan sama seorang laki-laki  terkait pekerjaannya. Awalnya mereka cuma berteman.

"Ya, akan tetapi usang-kelamaan saya acapkali cerita sama dia. Awalnya cuma seputar masalah kerjaan karena aku  merasa klop & nyambung banget bila ngobrol sama beliau. Lama-usang, aku  mulai cerita soal kehidupan saya. Saat itu, saya merasa menemukan orang yang mau mendengarkan aku  saat saya menumpahkan apa yg aku  alami dan amanah aja, saya merasa nyaman waktu sama beliau," kata Fanni.

Kala itu, memang rumah tangga Fanni sedang nggak baik. Jarang bertemu suami & komunikasi yg nggak terjalin dengan baik menciptakan Fanni makin merasakan ketenangan dengan si laki-laki  yg kebetulan pula telah menikah itu.

Mereka tak jarang pulang berdua & menghabiskan waktu beserta walaupun sekadar ngopi bersama atau jalan-jalan ke obyek wisata di wilayah loka tinggal Fanni.

Hingga akhirnya, Fanni merasa tempat tinggal   tangganya nggak mampu dipertahankan. Gugatan cerai pun ia layangkan ke pengadilan negeri wilayah tempat tinggalnya.

"Setelah bercerai saya masih dekat menggunakan pria ini. Saya masih merasa nyaman. Tapi, karena alasan eksklusif, aku  nggak lagi berafiliasi sama beliau. Saat ini pun aku  sudah lost contact sama dia," kata Fanni.

Perselingkuhan Itu Berawal menurut Sekedar Curhat!

Bicara soal perselingkuhan , psikolog famili, Anna Surti Ariani, yg akrab disapa Nina bilang situasi ini memang bisa terjadi dengan curhat menjadi awal mulanya.

Kata Nina, umumnya lantaran seseorang merasa nyaman waktu curhat menggunakan lawan jenis karena selama ini pasangan lebih sibuk. Sehingga, dia nir bisa menceritakan masalahnya pada sang pasangan.

"Rasa nyaman untuk berbagi dan segala macam yang tadinya hilang, terpenuhi dengan orang ini. Nah itu yg kemudian memicu perselingkuhan. Kebanyakan orang berpikir perselingkuhan ada lantaran terdapat ketertarikan secara seksual, fisik. Tapi sebetulnya nggak selalu gitu, kebanyakan lantaran ada rasa nyaman," tutur Nina yg berpraktik di Tiga Generasi, misalnya dilansir menurut Haibunda.Com.

Ketika pasangan telah jarang berkomunikasi, istilah Nina memang sanggup terdapat kebutuhan buat didengarkan yang nir terpenuhi.

Nah, waktu terdapat yg memenuhi kebutuhan tersebut, bisa saja ada rasa nyaman ketika ngobrol menggunakan orang baru sampai timbullah rasa jatuh cinta dan sebagainya.

Apalagi, mencurahkan isi hati dilakukan dalam keadaan kita sedang butuh banget sahabat curhatan.

"Supaya nir terjerumus perselingkuhan, yg sanggup dilakukan pasutri merupakan selalu jaga kekompakan, jaga keterbukaan, selalu jaga love sparkling di antara mereka berdua. Ya, walaupun ini nggak mudah ya," tambah Nina.

Curhat dalam Suami Orang Menurut Pandangan Islam

Curhat menggunakan pasangan orang lain tidaklah diperbolehkan dalam Islam, karena hal tadi termasuk zina hati.

Tidaklah baik apabila seseorang muslimah yg telah bersuami menceritakan perkara tempat tinggal   tangganya kepada pria lain, terlebih jika laki-laki  tadi bukanlah mahramnya. Begitu pula kebalikannya.

Ketika seseorang wanita yang sudah menikah curhat kepada pria yang adalah suami orang lain, hal itu akan mengundang saling ketertarikan dan jatuh cinta dan sanggup mengakibatkan si perempuan   akan menganggap pria tersebut sebagai sandaran baru dan penyelamat baginya dan dalam akhirnya bisa mengakibatkan zina.

Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةًوَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu merupakan suatu perbuatan yg keji dan suatu jalan yang tidak baik.” (QS. Al-Isra’: 32).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَىابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَالزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ،فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ،والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah tetapkan bagian zina buat setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina mulut dengan ucapan, zina hati menggunakan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari & Muslim).

Oleh karenanya berhati-hatilah, tidak sedikit orang yang gagal pada mengatasi masalah rumah tangga hingga berujung perpisahan.

Salah satu penyebabnya, yaitu suami ataupun istri yg menemukan ketenangan menurut orang lain.